SIT Asy Syifa Qolbu

×

5 Cara Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini

Siswa SDS ASQ sedang sholat

Ayah Bunda, menjadi pemimpin bukan berarti anak harus jadi ketua kelas atau CEO di masa depan. Kepemimpinan dalam Islam dimulai dari memimpin diri sendiri.

Sesuai slogan kita, “Sekolah Calon Pemimpin Ummat”, mental ini harus dibangun dari rumah. Berikut cara praktisnya:

1. Jangan Kompromi Soal Kejujuran (Shiddiq)

Rasulullah dikenal sebagai Al-Amin sebelum diangkat menjadi Nabi. Kejujuran adalah mata uang paling berharga seorang pemimpin.

Jangan marahi anak saat ia jujur mengakui kesalahan. Apresiasi keberaniannya, lalu perbaiki kesalahannya bersama-sama. Ini membangun integritas.

2. Berikan “Tanggung Jawab” di Rumah (Amanah)

Anak usia SD sudah bisa diberi tanggung jawab. Rasulullah bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban” (HR. Bukhari).

Berikan tugas rutin, seperti menyiram tanaman atau merapikan rak sepatu. Biarkan mereka merasa “memiliki” tugas tersebut tanpa perlu selalu disuruh.

3. Latih Keberanian Menyampaikan Pendapat (Tabligh)

Pemimpin harus bisa menyampaikan kebenaran. Seringlah bertanya, “Menurut Kakak bagaimana?” saat makan malam.

Dengarkan pendapat mereka sampai habis. Jangan dipotong. Ini melatih mereka menyusun gagasan dan percaya diri berbicara di depan orang lain.

4. Ajarkan Problem Solving (Fathanah)

Saat anak menghadapi masalah (misal: mainan rusak atau bertengkar dengan adik), jangan langsung ambil alih.

Tanya pada mereka: “Kira-kira solusinya apa ya?”. Melatih anak berpikir kritis (Fathanah) adalah bekal utama menghadapi tantangan zaman.

5. Bangun Empati dan Kepedulian

Pemimpin sejati melayani, bukan dilayani. Ajak anak berbagi makanan dengan tetangga atau menyisihkan uang jajan untuk infaq Jumat.

Mencetak generasi pemimpin butuh napas panjang. Di SIT Asy Syifa Qolbu, kami melanjutkan fondasi yang Ayah Bunda bangun di rumah. Mari bersinergi.

Bagikan Artikel

0%

Dapatkan Info Terbaru Seputar ASQ.​

Artikel Terkait